Presiden juga mengajak penyelenggara Pemilu untuk menjamin kehandalan sistem informasi. Keberhasilan ini harus didukung oleh perangkat Pemilu yang mampu menjaga keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Baca Juga: BNPT: Ada 2.670 Konten Radikalisme dan Terorisme Sepanjang 2023
"Sekali lagi, karena ini bisa berimplikasi politis, bisa berimplikasi politik,” ungkapnya.
Jokowi menekankan bahwa peringatannya sejalan dengan perkembangan zaman saat ini, di mana kita hidup dalam era digital.
Dalam era ini, ketidakcermatan sedikit saja dapat menggoyahkan kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, semua pihak harus bersatu untuk menjaga kehati-hatian dalam menjalankan Pemilu 2024.***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: indotren.com
Artikel Terkait
Gibran di Pilpres 2029: Hanya PSI yang Setia? Ini Peta Dinginnya Dukungan Partai
Jokowi vs Politisi Lain: Siapa Ahli Pencitraan Terhebat Menurut Mantan Harimau Jokowi?
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?