Lulus sekolah, dirinya yang mendaftar Akabri berhasil lolos dengan nomor urut 80 dari 154 peserta. Hamzah memang memiliki keinginan untuk masuk dalam satuan elite TNI AD, yaitu Kopassus.
Namun, niatannya untuk menjadi prajurit urung terlaksana. Hatinya rupanya berat ke politik. Di saat seluruh peserta Akabri yang lolos diminta berangkat ke Magelang untuk pendidikan, Hamzah justru memilih tidak berangkat.
Hamzah memang tidak langsung terjun total ke dunia politik. Tahun 1999, dirinya lebih dulu masuk ke dunia kerja dengan melamar pekerjaan di bidang ritel. Dirinya mulai bekerja dan ditempatkan di Kota Surabaya.
Baca Juga: Diduga Terkena Sambaran Petir, Kantor BKPSDM Kota Bogor Terbakar
Bemodalkan fokus, kerja keras, dan kesungguhan dalam bekerja membuat Hamzah terpilih menjadi top leader dari 6.000 karyawan. Tidak hanya itu, Hamzah pada tahun 2000 masuk nominasi 10 besar.
Karir pekerjaannya makin moncer. Di usianya yang baru 21 tahun, dirinya sudah dipercaya menjadi Asisten Manajer Perusahaan yang memiliki 152 cabang.
Dengan tujuan mengembangkan bisnis perusahaan, Hamzah pun ditempatkan di Yogyakarta.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: paradapos.com
Artikel Terkait
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?