Hal itu mendapat respons dari banyak pihak, salah satunya pengamat komunikasi dan politik Jamiluddin Ritonga.
Jamiluddin, sapaan akrabnya mengatakan, duet Anies-Ganjar memang terkesan prospektif.
"Secara matematis, jika mereka dipasangkan, akan memperoleh elektabilitas tinggi," ujar Jamiluddin dilansir dari GenPI.co, Senin (30/5).
Namun, pendekatan matematis itu tidak berlaku dalam politik, khususnya terkait elektabilitas.
"Dua sosok yang elektabilitas tinggi jika dipasangkan justru akan menurun," jelasnya.
Akademisi dari Universitas Esa Unggul itu menjelaskan bahwa hal itu bisa terjadi karena pendukung masing-masing calon bisa saling meniadakan.
Artikel Terkait
Viral! Sri Bintang Pamungkas Tuding SBY Homoseksual, Netizen X Heboh – Ini Fakta di Balik Video 2 Menit
Kritik Amien Rais ke Teddy Indra Wijaya: Etika Politik Terlampaui, Serangan Pribadi Justru Bikin Publik Gerah!
Prediksi Politik 2026: Damai Hari Lubis Ungkap Perang Bayangan Dua Kubu dan Ancaman Krisis yang Mengintai Rakyat
Harga MinyaKita Tembus Rp22.000, Gagal Total atau Ada yang Main?