Menurut Refly, keretakan di antara keduanya disebabkan oleh dukungan terhadap “putra dan putri mahkota” penerus tahta presiden yang berbeda pada Pilpres 2024.
Seperti diketahui, Megawati mendukung Ketua DPR Puan Maharani untuk maju dalam Pilpres 2024.
Sementara itu, Jokowi memberi sinyal mendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
“Celakanya, kedua orang itu tak bisa disatukan karena keduanya dari PDIP. Sebab, dianggapnya tak menguntungkan jika capres dan cawapres yang diusung berasal dari partai yang sama,” tuutrnya.(*)
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Zulhas Gagal? Harga Minyakita Tembus Rp23.000, Ini Bukti Karut-marut Tata Niaga Pangan!
Harga Minyakita Melambung di Atas HET, Pengamat: Ini Bukti Kegagalan Zulhas Sebagai Menko Pangan
Seskab Teddy Bungkam saat Dihujat Amien Rais? Ternyata Ini Alasannya yang Mengejutkan!
Viral! Dandim Ternate Bongkar Alasan di Balik Pembubaran Nobar Film Pesta Babi – Ternyata Demi Ini