polhukam.id - Dalam menghadapi tahun politik, Gerakan Nurani Bangsa yang terdiri dari berbagai tokoh mulai mengangkat isu pentingnya pelaksanaan pemilu.
Mereka tidak hanya menekankan pada kejujuran dan keadilan, tetapi juga menjunjung tinggi perdamaian dan martabat dalam proses pemilu.
Dalam hal ini, kami, sebagai bagian dari Gerakan Nurani Bangsa, sangat berharap agar pemilu ini tidak hanya berjalan jujur dan adil, tetapi juga berlangsung secara damai dan bermartabat.
Mengapa demikian? Karena siapapun yang terpilih dengan mayoritas suara dari seluruh rakyat, akan memiliki legitimasi yang kuat dan kualitas yang baik," kata Lukman Hakim Saifuddin, mantan Menteri Agama pada Rabu 17 Januari 2024.
Anggota-anggota Gerakan Nurani Bangsa ini terdiri dari tokoh-tokoh seperti Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Quraish Shihab, Sayyid Muhammad Hilal Al Aidid, Lukman Hakim Saifuddin, Karlina Rohima Supelli, Makarim Wibisono, Ign. Kardinal Suharyo, Pendeta Gomar Gultom, Alissa Wahid, Erry Riyana Hardjapamekas, Prof. Komaruddin Hidayat, dan tokoh-tokoh lainnya.
Beberapa poin penting berkaitan dengan pemilu bermartabat yang diungkapkan adalah:
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?