Baca Juga: Arsul Sani Mundur dari Anggota DPR dan PPP Setelah Dilantik Sebagai Hakim MK
"NU secara kelembagaan jelas tidak terlibat (dalam mendukung salah satu pasangan capres-cawapres)," ungkapnya.
Gus Yahya juga menjelaskan bahwa PBNU sedang memantapkan langkah untuk melakukan transformasi digital.
Pada 2025, PB NU menargetkan manajemen keorganisasian dapat dijalankan secara digital.
Baca Juga: Pilih Jokowi daripada PDIP, Maruarar: Banyak Perjuangkan Kemajuan Bangsa
"Transformasi digital ini menjadi salah satu agenda utama dari Pengurus Besar Nahdlatul yang kami targetkan fondasinya sudah bisa kami selesaikan dalam satu tahun ini, tahun 2024 ini," tutupnya.***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: indotren.com
Artikel Terkait
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?