Seharusnya, sebagai inisiator pencalonan Anies Baswedan Nasdem idealnya harus sejalan dengan sikap pasangan Anies-Muhaimin dengan tetap mendukung keputusan pasangan tersebut.
"Indikasi Surya sejalan dengan presiden Jokowi terlihat dari pertemuan antara keduanya sebelum Surya memutuskan cawapresnya Anies Baswedan. Tak lama seusai pertemuan itu, Surya dengan gagah perkasa menetapkan Muhaimin Iskandar menjadi cawapresnya Anies," ujarnya.
Rentetan kejadian lainnya, lanjut dia, tak kalah menghebohkan mana kala Surya Paloh bersedia menemui presiden Jokowi di Istana Negara yang digelar setelah pencoblosan.
Jika Nasdem benar memposisikan sebagai rival dari pilihan sang presiden seharusnya Surya Paloh dapat menolak tanpa menyakiti kubu koalisi perubahan.
"Kalau melihat dua pertemuan itu, bisa jadi ada kongkalikong antara Surya dan presiden Jokowi terkait Pilpres. Keduanya dikondisikan seolah berseberangan, namun sebenarnya Surya tetap bagian dari Jokowi," tandasnya.
Sumber: akurat
Artikel Terkait
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?