"Idealnya capres dan cawapres adalah kehendak partai. Bukan ditekan oleh kekuasaan," katanya melalui akun Twitter @andiarief_, Senin (6/6/2022).
"Semua partai dalam berkoalisi bebas mengkampanyekan siapapun capres dan wapresnya dan akan finalisasi tahun depan," sambungnya.
Dengan begitu, Andi Arief percaya tidak ada capres dan cawapres yang dipilih berdasarkan kekuasaan.
"Saya yakin tidak akan ada capres/cawapres anak mami yang nyusu pada kekuasaan," jelasnya.
Artikel Terkait
Kritik Amien Rais ke Teddy Indra Wijaya: Etika Politik Terlampaui, Serangan Pribadi Justru Bikin Publik Gerah!
Prediksi Politik 2026: Damai Hari Lubis Ungkap Perang Bayangan Dua Kubu dan Ancaman Krisis yang Mengintai Rakyat
Harga MinyaKita Tembus Rp22.000, Gagal Total atau Ada yang Main?
Purbaya Gebrak Meja! Sidang PLTSa Makassar Panas, Anak Buah Zulhas Kena Semprot Soal Regulasi Baru