Pasalnya menurut Refly Harun, berbahaya bagi Prabowo Subianto jika Anies Baswedan maju di Pilkada DKI Jakarta 2024 tanpanya dengan didukung PKS, PKB, NasDem, dan PDIP.
"Bahkan menurut saya terbalik justru Prabowo yang sekarang melihat butuh Anies, Prabowo melihat waduh kalau Anies terlalu kuat bisa menggalang persatuan dari empat partai politik tersebut bahaya, karena mayoritas di DPR 51% lebih," ungkapnya, dikutip dari YouTube Refly Harun, Selasa (23/7).
Untuk diketahui, PKS, PKB, dan NasDem telah resmi mengusung Anies sebagai calon gubernur (cagub) di Pilkada DKI Jakarta 2024, sedangkan PDIP memberi sinyal melakukan langkah serupa.
Sementara dalam survei terbaru Litbang Kompas terkait Pilkada DKI Jakarta 2024, Anies Baswedan berada di urutan pertama dengan elektabilitas sebesar 29,8 persen, sedangkan posisi kedua diduduki Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
“Survei elektabilitas calon gubernur rujukan publik Jakarta, Anies Baswedan 29,8%, urutan kedua Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok 20%,” tulis Litbang Kompas seperti dikutip Selasa (16/7/2024).
Kemudian posisi selanjutnya terpaut jauh dengan Anies dan Ahok, yaitu Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ridwan Kamil dengan 8,5 persen, Menteri BUMN Erick Thohir 2,3 persen.
Artikel Terkait
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?
Robot atau Boneka? Rismon Sianipar Dituding Diremot dari Solo untuk Serang Roy Suryo
Anies Baswedan Datang Tanpa Undangan ke Halal Bihalal SBY, Demokrat: Panitia Tidak Mengundang