"Oleh karena itu, kesimpulannya tidak bisa lain, ini merupakan sabotase, Bahlil dengan bos dia yang sebenarnya di Solo, Jokowi," imbuhnya.
Layak Ditendang
Anthony menjelaskan, Bahlil dan simpatisan Jokowi seharusnya tidak lagi digunakan di Kabinet Merah Putih.
Sebab, orang-orang tersebut dipastikan masih loyal terhadap Jokowi.
Kondisi tersebut juga membuat komunikasi di internal kabinet semakin buruk.
Sehingga, Prabowo seakan sulit bekerjasama dengan gembong-gembong Jokowi yang masih ada di kabinet.
“Bahlil, dan orang-orang Jokowi lainnya seharusnya tidak boleh lagi dipakai Prabowo. Mereka akan terus loyal kepada Jokowi, karena mereka menjadi menteri atas jasa Jokowi yang minta Prabowo untuk menjadikan mereka Menteri,” lanjutnya.
Anthony melihat, orang-orang Jokowi di kabinet hanya bekerja untuk Gibran sebagai bentuk balas budi.
Sehingga, sangat wajar jika banyak kebijakan yang melenceng dari instruksi presiden.
“Para menteri Jokowi ini akan bekerja untuk kepentingan Gibran, sehingga tidak ragu untuk terus mendiskreditkan Prabowo,” pungkasnya.
Sumber: MonitorIndonesia
Artikel Terkait
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?