POLHUKAM.ID - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terus meningkat, memperburuk angka pengangguran di Indonesia.
Namun, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer justru mengeluarkan pernyataan yang dinilai tidak empatik, dengan menyebut bahwa masih banyak lapangan pekerjaan tersedia.
Ketua Organisasi Rakyat Anti Korupsi (ORASI) menyoroti ketimpangan kebijakan ketenagakerjaan di Indonesia.
"Seperti yang kita ketahui bersama, masih banyak perusahaan yang tidak mematuhi aturan pengupahan sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Banyak pekerja menerima gaji di bawah upah minimum kota (UMK) dan upah minimum provinsi (UMP)," ujarnya.
Ketimpangan ini semakin diperparah oleh perusahaan yang berdalih kesulitan finansial, padahal banyak pengusaha diduga tidak transparan dalam mengelola keuangan.
Akibatnya, eksploitasi tenaga kerja dengan upah murah terus terjadi tanpa tindakan tegas dari pemerintah.
Wamenaker Diminta Fokus pada Kesejahteraan Buruh
Aktivis buruh Ivan Panusunan menegaskan bahwa Wamenaker seharusnya lebih fokus menyelesaikan masalah pengupahan ketimbang mengumbar retorika yang tidak menyentuh akar permasalahan.
Artikel Terkait
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?
Robot atau Boneka? Rismon Sianipar Dituding Diremot dari Solo untuk Serang Roy Suryo
Anies Baswedan Datang Tanpa Undangan ke Halal Bihalal SBY, Demokrat: Panitia Tidak Mengundang