Mereka menegaskan bahwa praktik intimidasi semacam ini harus segera dihentikan dan pelakunya diungkap.
"Cara-cara teror seperti ini adalah praktik purba yang seharusnya sudah ditinggalkan, namun masih terjadi hingga hari ini," tulis Koalisi.
Julius Ibrani dari PBHI secara tegas mengkritik Nasbi dengan menyebut, "Kepala Kantor yang tidak ada isi kepalanya tapi ada kantornya."
Pernyataan ini menggambarkan kekecewaan terhadap kinerja Nasbi, terutama setelah insiden penghapusan cuitannya terkait RUU TNI yang sebelumnya juga menuai kontroversi.
Koalisi mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah tegas dalam mengungkap kasus teror ini dan memastikan keamanan jurnalis dalam menjalankan tugasnya.
Mereka juga menekankan pentingnya menjaga kebebasan pers sebagai pilar demokrasi.
👇👇
Yang saya khawatirkan cuma satu, ratusan ribu nitizen X kirimin Hasan Nasbi parcel TIKUS, lalu rame-rame pada ngepost, “Di Masak Aja Blok..!!”. pic.twitter.com/hf2yGMZhiF
Sumber: JPNN
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?