“Mungkin kepentingan Jokowi adalah mengusung calon ‘putra mahkotanya’ orang mengatakan Ganjar Pranowo dan itu rahasia umum… Megawati tentu lebih menginginkan putrinya sendiri menjadi calon presiden,” lanjut Relfy.
Baca Juga: Puan Umrah Bareng Orang Dekat Jusuf Kalla, Wacana Duet dengan Anies Menguat? Refly Harun: Tidak Ada…
Ketidakakuran yang publik tangkap menurut Refly sangat berbahaya bagi PDIP karena pihak lain bisa mengambil keuntungan karena dua sosok besar PDIP tersebut tidak sepaham.
Pertemuan antara Jokowi dan Megawati di Masjid At Taufiq sendiri menurut Refly bisa menghentikan sementara anggapan di publik mengenai ketidaksepahaman mereka.
“Rekonsiliasi ini meredakan sementara persaingan atau perbedaan kepentingan itu,” ungkap Refly.
Sumber: suara.com
Artikel Terkait
Roy Suryo Bocorkan 3 Ancaman Serius untuk Rismon Usai Bersih-bersih Kasus Ijazah Jokowi
Susi Pudjiastuti Sindir Bahlil: Ketahuan Tak Pernah Masak! Ini Fakta di Balik Imbauan Matikan Kompor
Anies Baswedan Datang ke Cikeas Tanpa Undangan: SBY & AHY Bereaksi, Ini Motif Tersembunyi!
Buku Otak Politik Jokowi Segera Terbit: Riset Neurologi Ungkap Sisi Lain Jokowi?