“Mungkin kepentingan Jokowi adalah mengusung calon ‘putra mahkotanya’ orang mengatakan Ganjar Pranowo dan itu rahasia umum… Megawati tentu lebih menginginkan putrinya sendiri menjadi calon presiden,” lanjut Relfy.
Baca Juga: Puan Umrah Bareng Orang Dekat Jusuf Kalla, Wacana Duet dengan Anies Menguat? Refly Harun: Tidak Ada…
Ketidakakuran yang publik tangkap menurut Refly sangat berbahaya bagi PDIP karena pihak lain bisa mengambil keuntungan karena dua sosok besar PDIP tersebut tidak sepaham.
Pertemuan antara Jokowi dan Megawati di Masjid At Taufiq sendiri menurut Refly bisa menghentikan sementara anggapan di publik mengenai ketidaksepahaman mereka.
“Rekonsiliasi ini meredakan sementara persaingan atau perbedaan kepentingan itu,” ungkap Refly.
Sumber: suara.com
Artikel Terkait
Prabowo Buka Suara ke Tokoh Kritis: Kedaulatan Negara Terancam Oligarki!
Prabowo 2029 Tanpa Gibran? Analisis Mengejutkan Soal Strategi Gerindra
Jokowi Dikritik Pedas: Wacana 2 Periode Prabowo-Gibran Dinilai Terlalu Ambisius!
Gibran di Pilpres 2029: Hanya PSI yang Setia? Ini Peta Dinginnya Dukungan Partai