👇👇
Bro @gibran_tweet,
Hidup loe penuh kepalsuan gini. Bisa-bisanya like Ytb jauh lebih besar dari views.🙄 pic.twitter.com/y22xKGK4QV
Cuitan yang disukai sebanyak lebih dari 8.400 kali oleh sesama pengguna X itu pun menuai beragam respons.
Tak sedikit publik yang mencemooh Gibran Rakabuming. Tak hanya di media sosial X, kolom komentar YouTube Gibran Rakabuming pun diserbu oleh warganet.
"Minimal kalua mau suntik like tunggu viewnya tinggi dulu lah, ketahuan kan tuh jadinya, sekelas Wapres masa nggak ngerti? Oh iya belum tanya AI. Lu tuh Wapres, ini malah terang-terangan manipulasi suara penonton, sesepele like YouTube aja nipu pake beli bot, apalagi suara rakyat?" komentar @dims****
"Lancar banget ngomongnya mas wapres kalua di depan kamera sendiri. Kalau di depan wartawan kayak gugup," tambah @geda********
"Hanya sekadar like pun harus dibeli. Supaya terlihat banyak yang menyukai, meskipun aslinya tidak. Sama dengan cara pemberian bansos dengan tas biru muda mengatasnamakan dirinya, diminta untuk memberikan komentar dan direkam, 'terima kasih bapak atas pemberiannya'. Namun, bisa saja itu semua palsu," timpal @yudha*********
"Apa mungkin, baru lihat 3 detik langsung kasih like? Udah itu keluar YouTube. Nggak terhitung view tapi like sudah terhidung. Gitu nggak sih cara kerjanya?" sahut @penja**_******
"Kasihan banget ya Wapres, dalam sejarah Indonesia, baru kali ini Wapresnya banyak direndahkan rakyatnya. Buah hasil usahanya, jadi sekarang tidak memetik hasilnya, berupa sindiran, cemooh, dan hinaan. Akibat memaksakan kehendak orang tuanya," tulis @yu18
Saat ditelusuri, penayangan atau views konten YouTube dihitung ketika pengguna menonton video selama minila 30 detik.
YouTube umumnya juga tidak menghitung penayangan berulang dari pengguna yang sama dalam waktu singkat.
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Luhut Tantang Bukti Saham Toba Pulp: Saya Jengkel, Justru Ingin Tutup Pabriknya!
PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD, Ini Solusi Revolusioner Mereka untuk Hentikan Politik Uang
Menko Pangan Zulkifli Hasan Blusukan ke Wonosobo, Apa Hasil Tinjauan SPPG Kalikajar?
Target Kandang Gajah PSI di Jateng 2029: Mimpi Ambisius atau Bisa Terwujud?