"Bahasa tubuh ketiga tokoh tersebut menunjukan keakraban dan kedekatan. Itu menggambarkan hubungan mereka yang sangat positif. Dalam memilih capres dan cawapres masyarakat akan mengutamakan kenyamanan terhadap tokoh tersebut. Mungkin masyarakat melihat calon pasangan Ganjar Erick sebagai tokoh yang merakyat, mengayomi dan membuat nyaman," terang Anang.
Sebelum bertemu dengan Jokowi dan Ganjar, Erick Thohor juga bertemu dengan ketua umum dan tokoh sentral Partai Nasdem. Bahkan Erick mendapatkan sanjungan dari Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh sebagai salah satu tokoh politik muda yang bersinar dan memiliki visi. Pujian tersebut menurut Anang dapat diterjemahkan sebagai Erick sudah masuk dalam radar Nasdem sebagai salah satu tokoh politik yang bisa diusung sebagai cawapres 2024 mendatang. Diakui Anang, memang sampai saat ini Nasdem belum menetapkan pasangan calon presiden dan wakil untuk pemilu 2024.
"Erick sudah masuk radar sebagai calon yang memiliki potensi besar untuk diusung Nasdem. Agar dapat terpilih sebagai calon resmi dari parpol maka para tokoh tersebut harus dapat merawat dan mempertahankan elektabilitas. Mereka harus terus menunjukan kinerja mereka yang positif dan merawat media relation. Media merupakan salah satu corong untuk memperbesar exposure dan menunjukan kinerja positif kepada masyarakat,"pungkas Anang.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
BMI Ungkap Dalang Sebenarnya di Balik Tudingan AHY Sebar Isu Ijazah Jokowi
Roy Suryo Bocorkan 3 Ancaman Serius untuk Rismon Usai Bersih-bersih Kasus Ijazah Jokowi
Susi Pudjiastuti Sindir Bahlil: Ketahuan Tak Pernah Masak! Ini Fakta di Balik Imbauan Matikan Kompor
Anies Baswedan Datang ke Cikeas Tanpa Undangan: SBY & AHY Bereaksi, Ini Motif Tersembunyi!