“Ada pelaku yang merupakan residivis, yang dilanggar sama terkait undang-undang ITE, sehingga itu bisa dikenakan penambahan pasal. Kalau tidak salah bisa ditambahkan sepertiga hukuman kalau dia melakukan kejahatan yang sama,” tegasnya.
Sementara itu terkait pemakzulan Wapres Gibran, Suhadi menilai isu itu sengaja digoreng untuk dikaitkan ke Pilpres 2029.
Hal itu juga terkesan memang ada permainan yang tujuannya untuk menggoyang Gibran.
“Kalau nanti Gibran jatuh yang disalahkan siapa? Presiden. Kalau sudah seperti itu orang akan menyerang keberadaan presiden dan presiden telah dianggap melanggar konstitusi. Yang namanya presiden dan wakil presiden adalah paket yang tidak bisa dipisah-pisahkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan seluruh relawan akan secara maksimal dan solid mendukung pemerintahan Prabowo- Gibran.
“Tak hanya di periode ini, namun juga di pemilu 2029 mendatang," ucapnya.
Sumber: PojokSatu
Artikel Terkait
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?
Robot atau Boneka? Rismon Sianipar Dituding Diremot dari Solo untuk Serang Roy Suryo
Anies Baswedan Datang Tanpa Undangan ke Halal Bihalal SBY, Demokrat: Panitia Tidak Mengundang