"Tahun 2024 nilai ekonomi digital kita mencapai 90 miliar US dollar. Dan di tahun 2030 diprediksi mencapai 200-300 miliar US dollar. Besar sekali. Ini bukti bahwa pasar kita, potensi kita sangat menjanjikan," sambung Gibran.
Oleh sebab itu, kata Gibran, Indonesia butuh gerakan bersama untuk melakukan langkah besar.
Menurutnya, rakyat Indonesia perlu ruang yang harus dijaga bersama agar pelaku lokal dan talenta digital bisa tumbuh dan berinovasi.
"Kita butuh champion-champion digital hasil karya anak bangsa, sebagai cikal bakal kebanggaan negeri agar mampu tumbuh menjadi raksasa digital, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi negeri ini. Memang perbaikan dan penyempurnaan perlu terus dilakukan," katanya.
Sementara itu, Gibran menyebut pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen penuh membangun infrastruktur dan ekosistem digital nasional, mulai dari pengembangan solusi AI, machine learning, games, IoT, blockchain, robotic, hingga keberpihakan terhadap marketplace dan platform digital.
"Teman-teman, kita masih punya kesempatan, kita belum terlambat asalkan langkah besar ini bisa kita lakukan bersama-sama sekarang," imbuh Gibran.
Sumber: Kompas
Artikel Terkait
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?