"Terlebih lagi tokoh yang digadang-gadang menjadi capres seperti Ganjar dan Anies serta cawapres seperti Erick Thohir bukan merupakan pemilik partai. Tokoh pemilik partai kan Prabowo, Puan, dan AHY. Nilai tawar antara tokoh pemilik partai dan tidak tentu akan berbeda. Faktor pemilik partai juga menentukan. Pak Erick merupakan tokoh yang saat ini bersinar dan kalau beliau mau sukses di pilpres ia harus terus menunjukkan kerja nyatanya di BUMN," ungkap Andy.
Menurut Andy, kemungkinan besar pemilik partai akan mengajukan namanya sendiri untuk maju di pilpres 2024 sehingga tokoh yang tak memiliki partai bisa tak mendapatkan tiket untuk maju. Bisa juga para pemilik partai akan bernegosiasi dengan para tokoh yang berpotensi menang di pilpres 2024.
Agar para tokoh potensial yang bukan pemilik partai ini bisa mendapatkan tiket ke pilpres 2024, menurut Andy mereka harus menunjukan kinerja yang ciamik. Selain itu para tokoh yang ingin maju di kontestasi pilpres 2024 juga harus bisa menjawab tantangan masyarakat Indonesia kedepan. Tantangan masyarakat Indonesia kedepan adalah kesejahteraan rakyat dan keamanan Nasional.
"Isu Ekonomi dan keamanan Nasional harus menjadi perhatian para tokoh. Perang Rusia dan Ukraina bisa berpotensi Cina untuk melakukan hal serupa di Natuna. Capres harus memiliki visi untuk menjawab 2 tantangan besar tersebut," kata Andy.
Sementara itu, pertemuan Presiden Jokowi dengan Ganjar dan Erick di Batang beberapa waktu yang lalu dinilai Andy merupakan sinyal dukungan Jokowi ke tokoh Nasional yang akan maju di pilpres 2024. Lanjut Andy, dukungan yang diberikan Presiden Jokowi ini juga diberikan ke tokoh Nasional lainnya seperti Prabowo dan Anies.
"Jokowi sebagai calon mantan presiden juga ingin menjadi king maker di perpolitikan Nasional dikemudian hari. Beliau juga memberikan ruang dan dukungan bagi semua tokoh potensial yang akan maju di pilpres 2024. Sehingga ketika nanti menjadi mantan presiden, keberadaan beliau masih diperhitungkan di kancah politik Nasional. Meski beliau tak memiliki partai. Kalau Projo terlalu kandidat sentris, maka mereka sendiri yang akan rugi," kata Andy.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Anies Baswedan Datang ke Cikeas Tanpa Undangan: SBY & AHY Bereaksi, Ini Motif Tersembunyi!
Buku Otak Politik Jokowi Segera Terbit: Riset Neurologi Ungkap Sisi Lain Jokowi?
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?