Buni Yani yang pernah tinggal di dua negara empat musim mengaku tak pernah mengalami reaksi kulit separah yang dialami Jokowi, bahkan di tengah cuaca ekstrem.
“Cuaca dingin paling membuat kulit kering dan bersisik. Tapi bercak hitam? Ini berbeda,” tukasnya.
Dalam nada sinis, Buni menyebut ada kemungkinan penyebab lain di balik penyakit kulit Jokowi.
“Saya kok agak yakin bukan itu penyebabnya. Tapi hal lain,” sindirnya.
Sementara itu, ajudan Jokowi, Kompol Syarif, menyatakan bahwa kondisi Presiden membaik dan sudah kembali beraktivitas, termasuk bersepeda saat car free day.
“Sudah ditangani dokter. Bukan autoimun, hanya alergi biasa,” ujarnya, Kamis (5/6/2025) di Solo.
Meski begitu, pernyataan ini belum mampu meredam spekulasi yang berkembang.
Sebagian pihak mulai mempertanyakan apakah benar hanya faktor cuaca yang menyebabkan perubahan mencolok di wajah sang presiden.
Sumber: JakartaSatu
Artikel Terkait
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?