polhukam.id – Baru-baru ini, Puma mengeluarkan pernyataan kalau enggak lagi mendukung Timnas sepakbola Israel.
Kabarnya Puma mendapat tekanan dan imbas dari aksi boikot. Makanya mereka memutuskan untuk tak lagi mendukung Timnas Israel.
Namun hal itu dibantah oleh manajemen Puma dan Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA). Dikutip dari Al Jazeera, IFA mengklaim pihaknya gagal mencapai kesepakatan dengan Puma untuk perpanjangan kontrak karena syarat dan ketentuan.
Pihak Puma sendiri mengklaim hal itu sudah direncanakan dari tahun lalu sebelum perang di Gaza. Mulai 2024, Puma enggak akan lagi mensponsori timnas Israel.
Sederet brand dunia memang ikut terkena seruan boikot karena diduga mendukung agresi Israel, di antaranya Puma dan Adidas.
Kedua brand tersebut menjadi rival abadi di industri fashion olahraga. Tapi ternyata, awalnya Puma dan Adidas berasal dari satu merek.
Artikel Terkait
Erick Thohir Resmi Kuasai 100% Oxford United: Apa Dampaknya Bagi Masa Depan Klub dan Pemain Indonesia?
Dillon Danis vs Tim Khabib Meledak Lagi di UFC 322: Kronologi Lengkap Keributan yang Gegerkan MSG
Shin Tae-yong Dianggap Kunci Timnas, Netizen Serukan Erick Thohir Perpanjang Kontraknya
Gaji Fantastis Patrick Kluivert di Timnas Indonesia: Berapa Kompensasi yang Didapat Usai Dipecat?