Anies-Puan di Atas Angin, Cegat Muncul Calon Tunggal

- Senin, 22 Agustus 2022 | 21:50 WIB
Anies-Puan di Atas Angin, Cegat Muncul Calon Tunggal

Lobi politik terus bergerak terpantau melalui media sosial Puan bertemu Surya Paloh di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Senin (22/8/2022), Puan Maharani tiba pada pukul 11.00 WIB. Terlihat Puan mengenakan baju serba hitam.

Puan Maharani didampingi oleh Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto hingga Ketua Bappilu PDIP Bambang Wuryanto. Selain itu beberapa kader PDI Perjuangan lainnya terlihat mengawal.

Rentetan dari beberapa lobi politik yang bisa terlacak pasti didahului lobi politik senyap untuk memperlancar prosesnya.

Bisa di baca bahwa Surya Paloh yang sudah berkawan ( koalisi) dengan P Demokrat dan PKS, dugaan kuat menerima mandat memperluas kerjasama dengan parpol lainnya, termasuk mendekati PDIP secara terhormat.

Lobi Surya direspon positif oleh PDIP bahkan Puan sampai mengatakan bahwa Surya Paloh adalah Pakdenya (saudara tuanya).

Rekayasa politik tersebut adalah untuk memuluskan formasi Anies Baswedan dan Puan. Proses ini pasti membawa korban politik lanjutan. Sangat mungkin akan menimbulkan reaksi oligarki untuk mencegatnya, apabila tidak dalam kendalinya.

Ganjar Pranowo harus berhenti dari niatnya ingin maju Capres, kecuali nekad ada dukungan dari partai di luar PDIP dan masih diperlukan oleh Oligarki, walaupun peluang ini sangat kecil.

P Prabowo dalam kesulitan yang nyata, walaupun terus mencoba menggunakan Jokowi sebagai jembatan lobinya, bisa jadi salah sasaran karena Jokowi  sudah jadi kartu mati. Sekalipun masih ada hubungan dengan Oligarki. Koalisi dengan PKB sangat rawan dan sangat rentan, lemah kalau nekat koalisi tersebut tetap akan di pakai P. Prabowo Subianto ( PS ).

Koalisi Indonesia Bersatu ( KIB ) pasti pecah, besar kemungkinannya PPP akan berbalik mengikuti kerjasama partai PDIP, Nasdem, Demokrat dan PKS. Sementara Golkar dan PAN akan dihadapkan pada pilihan menyerah atau bergabung dengan PS atau politik besar bersama PDIP dkk.

Politik adalah seni dari semua kemungkinan, bisa saja semua berubah mendadak. Kekuatan Oligargi sangat besar untuk mengendalikan partai politik di Indonesia.

Dari gerak lobi lobi partai politik tersebut yang harus di jaga jangan sampai ada calon tunggal. Itu jebakan oligarki Pilpres bisa ditunda dan akan muncul perpanjangan jabatan Presiden.

Sumber: suaranasional.com

Halaman:

Komentar