Padahal sejatinya nilai-nilai Pancasila ini harus bisa diaktualisasikan dalam kehidupan kita, baik dalam agama, ekonomi, sosial, politik, budaya ataupun lifestyle.
Konflik ideologi mengancam anak muda Indonesia yang aktif menggunakan media sosial contohnya postingan radikalisme yang akan mengancam anak muda Indonesia. Hasil survei SMRC mengatakan bahwa hanya 64,6% publik tahu sila Pancasila, sedangkan 12,3% tidak bisa menyebutkan Pancasila dengan benar.
Dalam webinar Ngobrol Bareng Legislator, Febri Wahyuni Sabran selaku Digitalpreneur mengatakan bahwa generasi muda harus paham akan ideologi Bangsa kita sendiri.
“Sebagai generasi muda kita harus paham akan ideologi Bangsa kita, karena jika kita tidak bisa menggunakan ideologi negara kita, maka akan sangat sulit negara kita menjadi negara yang besar, bersatu dan berdaulat,"kata Febri.
Menurutnya, agar bisa mengamalkan Pancasila perlu adanya pembinaan ideologi Pancasila. Terdapat 5 isu strategis dalam pembinaan ideologi Pancasila, yaitu 1) Pemahaman Pancasila, 2) Inklusi sosial, 3) Keadilan sosial, 4) Pelembagaan Pancasila, dan 5) Keteladanan Pancasila. Pembinaan tersebut bisa dioptimalkan dengan memanfaatkan dunia digital.
“Kita sebagai anak muda juga harus mempersiapkan diri untuk bisa menjadi negarawan di bidang apapun, baik politik, akademisi maupun bidang profesional, jangan semata-mata hanya mementingkan kepentingan pribadi ataupun kelompok," tambah Febri Wahyuni Sabran
Sementara itu di forum yang sama, Anggota Komisi I DPR A Rizki Sadig menjelaskan dunia media sosial adalah dunia yang terbuka bagi semua pihak, dan kita tidak bisa mengkategorikan orang apakah orang tersebut orang baik atau tidak, mempunyai keterampilan atau tidak.
Artikel Terkait
Anwar Usman Bisa Saja Menyesal Karir Hancur Gegara Gibran
VIRAL Beredar Foto MABA Fakultas Kehutanan UGM 1980, Tak Ada Potret Jokowi?
Gibran dan Dua Rekannya Ditangkap Polisi terkait Dugaan Penggelapan Duit Rp 15 Miliar
Kejagung Sita Rupiah-Mata Uang Asing Riza Chalid