Menurut Dokter Tifa tidak ada artinya jika hidup mulia berkelimangan harta apabila semuanya hasil dari merampok rakyat.
Dokter Tifa menegaskan jika nantinya kebenaran akan menempuh jalannya sendiri, meskipun jalannya sangat sulit.
“Untuk apa sih kita mulia dimata orang dengan harta triliunan tapi didapat dari merampok harta rakyat. Untuk apa kita punya rumah megah 12.000 meter persegi dengan bunker yang dipesan khusus dibawahnya, untuk melindungi siapa? Tidak bisa orang terlindungi itu, Malaikat tetap tahu,” urainya.
“Karena kebenaran itu, Ketika sudah mulai membuka maka dia akan menempuh jalannya. Ya walaupun jalannya itu sangat sakit, sangat sulit.,” tambahnya.
Tak hanya soal itu, Dokter Tifa yang sempat diejek lantaran takut mengenakan rompi oren, pihaknya menegaskan tidak takut sama sekali.
Dokter Tifa menyebut jika dirinya memang takut dengan rompi oren tersebut, seharusnya pihaknya tidak akan bergerak sejauh ini.
Dokter Tifa bahkan menyentil para pakar yang diam dan tenang-tenang saja menghadapi soal kasus ijazah palsu tersebut.
“Orang-orang mulia, orang-orang alim, ulama, apalagi nabi-nabi, merasakan itu semua. Kalau itu Cuma termul katakana ‘woy itu takut nangis dokter Tifa itu, karena sebentar lagi akan dikasih baju shoppe, dikasih rompi oren’,” urainya.
“Kalau saya tu Cuma takut dikasih baju rompi oren, dari sejak awal saya tidak berbunyi seperti ilmuwan yang lain bisu aja diem aja di rumah, di kampus. Selamat dia di dunia, tapi apakah selamat dia di akhirat? Saya lebih memilih selamat di akhirat,” tambahnya.
Sumber: Suara
Artikel Terkait
KPK Gegerkan Bea Cukai: Uang Rp5 Miliar di Safe House Ciputat untuk Operasional Apa?
Muhammad Kerry Divonis 15 Tahun: Ini Rincian Denda Rp1 Miliar & Uang Pengganti Triliunan
Freddy Alex Damanik Diperiksa Lagi: Apa Hasil Terbaru Kasus Ijazah Jokowi?
Yurisdiksi Haji di Saudi: Alasan Kuat Eks Menag Yaqut Ajukan Praperadilan, Sidang Malah Ditunda!