"Ijazah asli dari Jepang umumnya berwarna kuning karena terbuat dari serat bambu. Ijazah yang dibawa Rismon berwarna putih," jelas Andi. Ia juga menyoroti perbedaan letak stempel (seal) kanji universitas dan penulisan nama rektor yang tidak sesuai aturan.
Dugaan Tambahan: Surat Kematian Palsu untuk Hindari Denda
Lebih lanjut, Andi Azwan mengungkapkan dugaan bahwa Rismon Sianipar pernah membuat surat kematian palsu atas namanya sendiri. Hal ini diduga dilakukan untuk menghindari kewajiban membayar denda pengembalian beasiswa Monbukagakusho dari pemerintah Jepang, karena tidak menyelesaikan studinya.
"Ini masih dugaan. Surat kematian yang dibuat oleh Rismon untuk menghindar pembayaran denda pengembalian," kata Andi. Ia menyatakan rencananya untuk berangkat ke Jepang pada Februari 2026 guna mengusut dan mengumpulkan bukti terkait temuan ini.
Nama Rismon Sianipar Tidak Ditemukan di Database Akademik
Andi Azwan mengaku telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap latar belakang akademik Rismon. Hasilnya, nama Rismon Sianipar tidak ditemukan dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) maupun CiNii, database akademik terpercaya di Jepang yang mencatat seluruh lulusan perguruan tinggi Jepang.
"Dicek di pangkalan data di Jepang CiNii, seluruh alumni dari Jepang pasti terdaftar. Nama (Rismon Sianipar) tidak diketemukan di sana," pungkas Andi Azwan.
Artikel Terkait
Fuad Hasan Belum Jadi Tersangka, MAKI Desak KPK: Ini Pihak Paling Diuntungkan!
Aksi Banser Kepung KPK: Protes Pemeriksaan Gus Yaqut Sampai Tarik Kawat Berduri, Ini Kronologinya
Restorative Justice Diterima? Rismon Sianipar Berusaha Lolos dari Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Gus Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini: Inikah Awal Penahanan Eks Menag?