Hasilnya sungguh mengejutkan, dengan lebih dari 40 kasus kehilangan yang menggunakan modus serupa, yaitu barang yang diganti dengan buku.
Rata-rata, barang yang menjadi incaran pelaku adalah laptop yang berada di dalam tas penumpang.
Modus operandi yang seragam ini menimbulkan kecurigaan bahwa ada sindikat terstruktur di dalam bus tersebut, yang dengan sengaja mencuri barang berharga penumpang dan menggantinya dengan buku.
Sejumlah korban yang mencoba melakukan komplain kepada pihak Rosalia Indah mengungkapkan bahwa respons yang diterima tidak memuaskan.
Para penumpang merasa bahwa tidak ada itikad baik dari pihak perusahaan untuk menanggapi dan menyelesaikan kasus-kasus kehilangan ini.
Melalui akun @tanyakanrl, netizen lainnya juga ikut menyuarakan kecurigaan terhadap adanya sindikat besar di dalam bus Rosalia Indah.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: radarjogja.jawapos.com
Artikel Terkait
KPK Berbeda Sikap? Menguak Strategi Kontroversial dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Yaqut Cholil Qoumas
KPK Izinkan Yaqut Lebaran di Rumah: Gerd Akut & Asma Jadi Alasan, Apa Strategi Sebenarnya?
Noel Rencana Ajukan Tahanan Rumah ke KPK: Ikuti Jejak Yaqut, Apa Alasannya?
Yaqut Cholil Qoumas Kembali ke Rutan KPK: Apa Hasil Pemeriksaan Kesehatan di RS Bhayangkara?