Oleh karenanya, Julius meminta pihak bank untuk membuka informasi kepada publik perihal kepemilikan sah dari hotel yang tengah berpolemik itu. Apakah benar telah menjadi aset atau atas nama PT GMS atau masih kepemilikan dari SKN.
"Kami mempertanyakan posisi atau peranan bank hak tanggungan. Siapa pemilik sebenarnya hotel Top Malioboro, waktunya Kb Bank Bukopin bersuara," ujarnya.
Julius menyebut dalam waktu dekat pihaknya juga berencana untuk menyambangi Bank Kb Bukopin Cabang Jogja untuk memberikan bukti bahwasanya kepemilikan hotel Top Malioboro masih atas nama SKN.
Sementara saat dikonfirmasi, Kb Bukopin Cabang Jogja belum dapat memberikan pernyataan. Saat ditemui sejumlah wartawan, seorang petugas sekuriti kantor cabang setempat menyatakan bahwa pimpinan bank sedang tidak di lokasi lantaran ada agenda penting dengan manajemen pusat.
Sebelumnya, pemegang saham mayoritas PT GMS melaporkan eks pemilik PSS Sleman SKN yang juga direktur utama perusahaan tersebut atas dugaan penipuan investasi properti. Dugaan penipuan itu bermula saat SKN membeli 24 lembar saham PT GMS dengan harga per lembar Rp1,160 miliar dengan pembayaran melalui bilyet giro atau cek.
Dalam perjalanannya, cek yang bisa dicairkan hanya satu lembar dan kemudian, menurut terlapor tanpa sepengetahuan pemegang saham mayoritas dan transaksi dilakukan di bawah tangan tanpa dinotarilkan, skema pembayaran diubah. SKN membayar sisa 23 lembar saham dengan aset hotel Top Malioboro yang tengah diagunkan ke Bank Bukopin Jogja. ( Sts )
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: cakrawala.co
Artikel Terkait
Noel Bocorkan Kode Parpol di Skandal Sertifikasi K3: Huruf K dan 3 Huruf Ini!
KPK Telusuri Aset Ridwan Kamil Hingga Luar Negeri, Benarkah Terkait Korupsi Rp222 Miliar Bank bjb?
Buni Yani Tantang KPK: OTT Gencar Tapi Tak Berani Usut Jokowi dan Keluarga, Kenapa?
Dalang Pencurian Emas 774 Kg Dibebaskan Jadi Tahanan Rumah, Ini Fakta Hukum yang Bikin Geram!