RADAR JOGJA - Terdakwa Waliyin dan Ridduan akan menjalani sidang pembacaan tuntutan pada Kamis (25/1) di Pengadilan Negeri (PN) Sleman. Keduanya merupakan terdakwa pembunuhan disertai mutilasi mahasiswa UMY Redho Tri Agustian pada Juli 2023 lalu. Sehari jelang mendapat tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU) kedua terdakwa memiliki kegiatan yang sedikit berbeda.
Hal itu diungkapkan oleh penasehat hukum (PH) kedua terdakwa Adi Susanto. Menurutnya, ada kebiasaan baru yang dilakukan kedua kliennya menjalan tuntutan. "Sampai sekarang masih menjadi kebiasaan atau rutinitas perihal salat malam dan doa-doa keselamatan," bebernya kepada Radar Jogja, Selasa (23/1).
Baca Juga: Fokus Lebih Masuk ke Dalam Permainan, PSS Sleman Perbaiki Kekurangan saat Ditekuk Persis
Keduanya sudah menjalani sidang sejak November 2023 lalu. Adi mengungkapkan, tidak ada tuntutan yang secara spesifik diinginkan oleh keduanya. Tetapi, dipastikan kedua kliennya akan tunduk dan menghormati proses hukum yang ada. "Selanjutnya meminta untuk dibela maksimal dengan alasan tidak ada niatan sama sekali untuk menganiaya korban apalagi membunuh sampai melakukan mutilasi," ungkapnya.
Artikel Terkait
Abu Janda Cs Terancam Bui! 40 Ormas Islam Lapor Polisi, Publik Desak Proses Hukum Tanpa Pandang Bulu
Kasus Pemukulan Waketum PSI Berakhir Damai: Restorative Justice Jadi Jalan Tengah
Ijazah Jokowi Digugat Lagi ke PN Solo! Alumni UGM Ini Bongkar Misi di Balik Gugatan
KPK Bongkar Aliran Duit Panas DJKA ke Stafsus, Kini Menduga Mengalir ke Eks Menhub Budi Karya