Meskipun di satu sisi dia diinginkan oleh Anies, di sisi lain, keberadaan Demokrat sebagai mitra koalisi menjadi kunci bagi kemenangan.
Mahfud menolak tawaran tersebut untuk menjaga dinamika koalisi dan menghindari kemungkinan keluarnya Demokrat.
Strategi Mahfud: Mempertahankan Peluang Anies
Mahfud mengungkapkan bahwa keputusannya untuk menolak tawaran cawapres Anies tidak hanya didasari oleh kepatuhan terhadap ancaman Demokrat.
Dia menyadari bahwa jika menerima tawaran tersebut, Demokrat kemungkinan besar akan keluar dari koalisi, mengancam peluang Anies untuk maju dalam Pilpres 2024.
"Karena kalau saya nanti bersedia jadi wapresnya Anies, itu nanti Anies enggak bisa jadi calon. Karena Demokrat keluar. Jadi, saya akan mengamankan agar Anies tetap jadi calon," tegas Mahfud.
Keluar Demokrat: Fakta dan Konsekuensi
Pernyataan Mahfud terbukti bukanlah sekadar isapan jempol.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: depok.hallo.id
Artikel Terkait
Polisi Bekuk Dua Otak Pencucian Uang Jaringan Narkoba Ko Erwin, Rekening Karyawan Dikendalikan dari Malaysia
Khalid Basalamah Kembalikan Rp 8,4 M ke KPK: Pengakuan Mengejutkan di Balik Skandal Kuota Haji!
KPK Panggil Staf PBNU, Mengapa Mangkir dari Kasus Korupsi Kuota Haji Era Yaqut?
Balas Dendam Keluarga Terungkap: Inilah Motif Mengerikan di Balik Pembunuhan Nus Kei di Bandara Langgur