Banyak yang menduga ini adalah pengalihan isu. Skema seperti ini bukan sesuatu yang baru di dunia politik.
Saat ada kebijakan kontroversial yang ingin disahkan, perhatian publik dialihkan ke kasus besar lainnya.
Jika masyarakat terlalu sibuk membahas korupsi, mungkin saja pembahasan RUU ini bisa lolos tanpa banyak penolakan.
Begitu pula sebaliknya, saat ada kebijakan yang dikritik keras, bisa jadi ada isu lain yang "dikorbankan" agar perhatian publik terpecah.
Inilah mengapa masyarakat tidak boleh lengah. Demokrasi bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga soal menjaga agar kebijakan yang diambil tetap transparan dan sesuai kepentingan rakyat.
Jika memang RUU TNI ini dibuat demi kebaikan bangsa, kenapa pembahasannya terasa begitu tertutup?
Jika korupsi ingin diberantas, kenapa hukum terasa begitu lemah terhadap mereka yang berkuasa?
Tidak ada yang salah dengan mencurigai. Justru, ini adalah tanda bahwa masyarakat semakin cerdas dalam membaca situasi.
Jangan biarkan perhatian teralihkan, karena ini bukan sekadar soal aturan hukum atau jumlah uang yang dikorupsi.
Ini tentang bagaimana negara ini dikelola dan ke arah mana demokrasi kita akan dibawa. ***
Artikel Terkait
KPK Berbeda Sikap? Menguak Strategi Kontroversial dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Yaqut Cholil Qoumas
KPK Izinkan Yaqut Lebaran di Rumah: Gerd Akut & Asma Jadi Alasan, Apa Strategi Sebenarnya?
Noel Rencana Ajukan Tahanan Rumah ke KPK: Ikuti Jejak Yaqut, Apa Alasannya?
Yaqut Cholil Qoumas Kembali ke Rutan KPK: Apa Hasil Pemeriksaan Kesehatan di RS Bhayangkara?