Banyak yang menduga ini adalah pengalihan isu. Skema seperti ini bukan sesuatu yang baru di dunia politik.
Saat ada kebijakan kontroversial yang ingin disahkan, perhatian publik dialihkan ke kasus besar lainnya.
Jika masyarakat terlalu sibuk membahas korupsi, mungkin saja pembahasan RUU ini bisa lolos tanpa banyak penolakan.
Begitu pula sebaliknya, saat ada kebijakan yang dikritik keras, bisa jadi ada isu lain yang "dikorbankan" agar perhatian publik terpecah.
Inilah mengapa masyarakat tidak boleh lengah. Demokrasi bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga soal menjaga agar kebijakan yang diambil tetap transparan dan sesuai kepentingan rakyat.
Jika memang RUU TNI ini dibuat demi kebaikan bangsa, kenapa pembahasannya terasa begitu tertutup?
Jika korupsi ingin diberantas, kenapa hukum terasa begitu lemah terhadap mereka yang berkuasa?
Tidak ada yang salah dengan mencurigai. Justru, ini adalah tanda bahwa masyarakat semakin cerdas dalam membaca situasi.
Jangan biarkan perhatian teralihkan, karena ini bukan sekadar soal aturan hukum atau jumlah uang yang dikorupsi.
Ini tentang bagaimana negara ini dikelola dan ke arah mana demokrasi kita akan dibawa. ***
Artikel Terkait
Dirut Terra Drone Dituntut 2 Tahun Penjara! Tragedi Kebakaran 22 Karyawan, Siapa Sebenarnya yang Bertanggung Jawab?
Abu Janda Cs Terancam Bui! 40 Ormas Islam Lapor Polisi, Publik Desak Proses Hukum Tanpa Pandang Bulu
Kasus Pemukulan Waketum PSI Berakhir Damai: Restorative Justice Jadi Jalan Tengah
Ijazah Jokowi Digugat Lagi ke PN Solo! Alumni UGM Ini Bongkar Misi di Balik Gugatan