Doli mengatakan sebenarnya sudah menegur langsung Ketua KPU Hasyim Asy’ari terkait penggunaan barang mewah. Namun barang mewah ini sudah terlanjur dianggarkan.
“Waktu itu kami juga ingatkan, ya sudahlah karena sudah terlanjur gitu ya, yang penting kalian bisa bertanggung jawab dan tidak ada indikasi pelanggaran atau penyelewengan keuangan,” katanya.
Doli membenarkan sejak awal KPU memang mengajukan anggaran penyelenggaraan pemilu dengan angka fantastis.
Namun saat itu Komisi II menyetujui anggaran itu dengan harapan penyelenggaraan pemilu akan menjadi lebih baik, bukan untuk bermewah-mewah.
KPU awalnya mengusulkan anggaran sebesar Rp 86,2 triliun untuk penyelenggaraan Pemilu 2024.
Namun, setelah melalui pembahasan dengan Komisi II DPR RI dan pemerintah, anggaran tersebut disepakati menjadi Rp 76,6 triliun.
“Terakhir itu kan di pemerintah, di pemerintah kementerian keuangan. Nah akhirnya kalau tidak salah keluar sekitar Rp54 triliun,” kata Doli.
“Jadi sebetulnya apa yang kemudian kemarin kami setuju itu, itu kesempatannya tadi membuat pemilu itu menjadi pemilu yang lebih baik, bukan untuk bermewah-mewah,” pungkasnya.
Sumber: Kumparan
Artikel Terkait
Fuad Hasan Belum Jadi Tersangka, MAKI Desak KPK: Ini Pihak Paling Diuntungkan!
Aksi Banser Kepung KPK: Protes Pemeriksaan Gus Yaqut Sampai Tarik Kawat Berduri, Ini Kronologinya
Restorative Justice Diterima? Rismon Sianipar Berusaha Lolos dari Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Gus Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini: Inikah Awal Penahanan Eks Menag?