Rencananya, sejumlah tempat wisata seperti Biara Mar Saba, Masjid Nabi Musa dan reruntuhan istana Hasmonean, serta hotel akan berada di dalam taman. Daerah yang dikenal sebagai E1 di sebelah timur Yerusalem telah lama dianggap sebagai garis merah untuk solusi dua negara yang didukung secara internasional.
“Kami ingin mendirikan taman nasional baru, yang belum pernah terlihat di Yudea dan Samaria (wilayah pendudukan Tepi Barat) dan membuat satu jaringan, satu produk,” ujar Direktur Jenderal Regional, Keren Geffen, dilansir Middle East Monitor, Selasa (14/6/2022).
Pengumuman itu muncul, setelah Kementerian Pertahanan Israel menyetujui kembali rencana untuk memajukan proyek pemukiman kontroversial di area E1 di Tepi Barat awal bulan ini. Sebelumnya pada Januari, Pemerintah Israel menarik rencana pembangunan taman karena tekanan internasional.
Administrasi Sipil tentara Israel, yang mengesahkan pekerjaan konstruksi di Tepi Barat, menerbitkan agenda pertemuan pada 18 Juli guna membahas proyek yang telah menerima persetujuan awal.
Artikel Terkait
Joe Biden Meninggal 2019? Fakta Mengejutkan di Balik Klaim Epstein Files
Lavrov Bongkar Satanisme Elite Barat: Inikah Wajah Asli Deep State yang Terungkap dari Dokumen Epstein?
Dokumen Rahasia Terungkap: Surat Kematian Jeffrey Epstein Terbit SEBELUM Ia Ditemukan Tewas!
Misteri Wajah di Uang $20: Benarkah Jeffrey Epstein Adalah Reinkarnasi Andrew Jackson?