Rencananya, sejumlah tempat wisata seperti Biara Mar Saba, Masjid Nabi Musa dan reruntuhan istana Hasmonean, serta hotel akan berada di dalam taman. Daerah yang dikenal sebagai E1 di sebelah timur Yerusalem telah lama dianggap sebagai garis merah untuk solusi dua negara yang didukung secara internasional.
“Kami ingin mendirikan taman nasional baru, yang belum pernah terlihat di Yudea dan Samaria (wilayah pendudukan Tepi Barat) dan membuat satu jaringan, satu produk,” ujar Direktur Jenderal Regional, Keren Geffen, dilansir Middle East Monitor, Selasa (14/6/2022).
Pengumuman itu muncul, setelah Kementerian Pertahanan Israel menyetujui kembali rencana untuk memajukan proyek pemukiman kontroversial di area E1 di Tepi Barat awal bulan ini. Sebelumnya pada Januari, Pemerintah Israel menarik rencana pembangunan taman karena tekanan internasional.
Administrasi Sipil tentara Israel, yang mengesahkan pekerjaan konstruksi di Tepi Barat, menerbitkan agenda pertemuan pada 18 Juli guna membahas proyek yang telah menerima persetujuan awal.
Artikel Terkait
Trump Tunda Lagi Serangan ke Iran: Deadline Baru 6 April 2026, Apa Strategi di Balik Perpanjangan 10 Hari Ini?
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang