Ditegaskan Djatmiko, WTO juga berperan penting dalam menjawab tantangan sebagai organisasi internasional yang relevan dengan perdagangan global saat ini melalui reformasi WTO. Reformasi WTO menjadi salah satu agenda utama pada KTM ke-12 WTO tentang perlunya mereformasi organisasi dan meningkatkan fungsi WTO untuk kepentingan semua anggota dan sistem perdagangan multilateral. Dalam pertemuan tematik, mayoritas anggota menyampaikan komitmennya dalam menjaga kredibilitas sistem perdagangan multilateral.
"Indonesia percaya bahwa seluruh anggota WTO harus bekerja secara konstruktif untuk memfasilitasi proses inklusif reformasi kelembagaan WTO, terutama untuk memulihkan sistem penyelesaian sengketa WTO. Hal ini merupakan faktor penting untuk mengembalikan kepercayaan anggota atas sistem perdagangan multilateral yang berbasis aturan (rule-based system)," ujarnya.
Pada pertemuan Kepala Delegasi, Dirjen WTO, Ngozi Okonjo-Iweala meminta agar dalam waktu yang singkat ini anggota dapat bekerja lebih keras untuk menemukan konvergensi atas perbedaan pandangan dan diharapkan mencapai suatu kesepakatan yang bermanfaat bagi anggota WTO dalam pertemuan tingkat menteri ini.
KTM ke-12 WTO yang rencananya berlangsung pada 12–15 Juni 2022, diperpanjang hingga 16 Juni 2022 untuk memfasilitasi adanya capaian pada isu-isu utama pembahasan.
Sumber: jpnn.com
Artikel Terkait
Kode HTML Kosong? Ini Rahasia Menulis Artikel yang Tak Terbaca Mesin Pencari!
Stadion Langit NEOM: Fakta Mencengangkan di Balik Stadion Gantung 350 Meter untuk Piala Dunia 2034
46 Anak Gaza Tewas dalam 12 Jam: Ini Serangan Mematikan Israel Sejak Gencatan Senjata
45 Tewas dalam Serangan Terbaru Israel ke Gaza, Korban Didominasi Perempuan dan Anak-anak