Menhan Venezuela: Pasukan AS Bunuh Pengawal Maduro dengan Kejam dalam Operasi Penculikan
POLHUKAM.ID – Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lopez, menuduh pasukan Amerika Serikat (AS) melakukan pembunuhan kejam terhadap pengawal dan staf kepresidenan Presiden Nicolas Maduro. Insiden ini terjadi dalam sebuah operasi militer yang berujung pada penculikan kepala negara tersebut pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Korban Tewas Mencapai 80 Orang, Termasuk Warga Sipil
Serangan AS ke Venezuela dilaporkan menewaskan sedikitnya 80 orang. Data ini dikutip dari laporan The New York Times yang merujuk pada keterangan pejabat senior Venezuela, Senin (5/1/2026). Korban jiwa tidak hanya berasal dari kalangan militer, tetapi juga warga sipil yang tidak bersalah.
Pejabat Venezuela menyatakan angka korban masih berpotensi bertambah. Hal ini disebabkan proses penyisiran di sejumlah lokasi serangan masih terus dilakukan pasca-kejadian. Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Venezuela belum mengumumkan secara resmi jumlah pasti korban tewas maupun luka.
Artikel Terkait
Rahasia Doha Terbongkar: Pengkhianatan Internal yang Gulingkan Maduro?
Iran Ancam Ratakan Israel: Netanyahu Buru Putin untuk Meredam Perang?
Isyarat Rahasia Trump ke CEO Minyak AS: Bersiaplah Sebelum Serangan Venezuela yang Gegerkan PBB
Ledakan Mencekam di Venezuela 2026: Kisah Prajurit yang Terlempar Bom AS Terungkap!