Dalam pernyataan resminya, Lopez menegaskan pasukan AS membunuh banyak pengawal kepresidenan saat menculik Presiden Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores. Bahkan, sejumlah staf kepresidenan yang berstatus warga sipil disebut ikut menjadi target pembunuhan.
“Angkatan bersenjata nasional Bolivarian dengan tegas menolak penculikan pengecut terhadap warga Nicolas Maduro Moros, presiden konstitusional Republik Bolivarian Venezuela dan Panglima Tertinggi kami, serta istrinya, Ibu Negara Cilia Flores de Maduro,” tegas Lopez, seperti dikutip dari Sputnik.
Sistem Keamanan Dilumpuhkan Secara Brutal
Lopez menambahkan bahwa aksi penculikan tersebut dilakukan setelah pasukan AS terlebih dulu melumpuhkan sistem keamanan di sekitar presiden dengan cara yang brutal.
“Kejahatan itu dilakukan pada hari Sabtu, 3 Januari, setelah sebagian besar tim keamanannya, personel militer, serta warga sipil yang tidak bersalah dibunuh dengan kejam,” kata Lopez mengutip detail kronologi kejadian.
Artikel Terkait
Iran Siap Perang 6 Bulan? Rudal & Drone Baru Siap Hantam AS-Israel Jika Gagal Damai
Iron Dome Bobol? Hizbullah Hujan Israel dengan Ratusan Roket & Drone, Ini Faktanya
Iran Ingatkan AS: Tak Percaya Janjimu! - Ancaman Militer Mengintai di Perundingan Pakistan
Pakistan Jadi Mediator Rahasia AS-Iran? Ini Alasan Tersembunyi yang Mengejutkan!