Peringatan evakuasi ini dikeluarkan di tengah ketegangan politik dan keamanan yang semakin memanas pasca operasi pasukan khusus AS yang dilaporkan menewaskan puluhan orang. Presiden AS saat itu, Donald Trump, bahkan menyatakan bahwa Venezuela kini "dikendalikan AS" dan menyebut keinginannya untuk mengunjungi negara tersebut di masa depan.
Kondisi Maduro dan Bantahan Pemerintah Venezuela
Di sisi lain, kondisi Nicolás Maduro yang saat ini ditahan di AS dilaporkan dalam keadaan baik. Kabar tersebut disampaikan oleh putranya, Nicolás Maduro Guerra, melalui video yang dirilis Partai PSUV. "Kami baik-baik saja. Kami adalah pejuang," ujarnya.
Pemerintah Venezuela melalui Kementerian Luar Negerinya membantah keras peringatan dari AS tersebut. Mereka menyebut laporan itu sebagai upaya menciptakan ketakutan yang tidak berdasar dan menegaskan bahwa situasi keamanan dalam negeri tetap kondusif. "Berdasarkan laporan palsu yang bertujuan menciptakan persepsi risiko yang sebenarnya tidak ada," tegas pernyataan resmi kementerian.
Apa yang Harus Diketahui?
Dengan dibukanya kembali beberapa rute penerbangan internasional, Departemen Luar Negeri AS mendesak warganya yang masih berada di Venezuela untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dan segera keluar dari negara itu. Situasi ini terus berkembang dan diwarnai oleh narasi yang bertolak belakang antara pemerintah AS dan Venezuela.
Artikel Terkait
Ledakan di Kabul 2026: Pakistan Bombardir Afghanistan, Gencatan Senjata Hancur!
Trump Tuntut Deportasi Anggota Kongres AS: Mungkinkah Hukum Dikalahkan?
Iran Tuduh AS & Israel Pakai Propaganda Nazi Goebbels: Apa Target Sebenarnya di Balik Isu Nuklir?
Blok Sunni Baru Pimpinan Turki-Mesir: Ancaman Nuklir yang Lebih Menakutkan dari Iran bagi Israel?