Laporan ini muncul bersamaan dengan kunjungan Kepala Komando Pusat AS (Centcom), Laksamana Brad Cooper, ke Israel untuk pertemuan dengan pejabat keamanan senior. Sumber keamanan Israel menyatakan kedua militer kini sangat erat dalam berbagi intelijen, logistik, dan sistem pertahanan udara menghadapi ancaman Iran.
Kekhawatiran Negara-Negara Teluk dan Eskalasi Militer
Beberapa sumber diplomatik menyuarakan kekhawatiran akan potensi serangan AS-Israel. Negara-negara Teluk, seperti Arab Saudi, Oman, dan Qatar, dikabarkan berupaha mencegah serangan baru terhadap Iran. Posisi UEA sendiri dianggap masih ambigu dengan sinyal beragam dari pejabatnya.
Eskalasi militer AS semakin nyata dengan kedatangan Kelompok Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln di wilayah Komando Pusat AS (CENTCOM). Kapal induk bertenaga nuklir ini dilengkapi pesawat tempur siluman F-35C, rudal jelajah Tomahawk, dan didukung penempatan pesawat tempur F-15E di Yordania serta pengebom B-52 di Qatar, menciptakan postur serangan yang signifikan di dekat perairan Iran.
Kesimpulan: Situasi Geopolitik yang Memanas
Pengerahan militer besar-besaran AS ini, meski disebut sebagai tindakan pencegahan, telah memicu kekhawatiran akan pecahnya konflik terbuka. Laporan dukungan dari negara-negara Arab seperti Yordania dan UEA menambah dimensi baru dalam ketegangan AS-Iran yang terus menguat, dengan seluruh kawasan Timur Tengah menanti perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
Wali Kota Selamat dari Serangan RPG: Mobil Antipeluru Hancur, 3 Penyerang Tewas!
AS Kerahkan Pesawat Tempur & Tanker ke Perbatasan Iran: Ini Strategi Baru Trump?
Kapal Induk Luar Angkasa China Luanniao: Ancaman Nyata atau Bluff Strategis?
Kuba Gelar Latihan Perang Besar! Apakah Ini Sinyal Perang dengan AS untuk Hindari Nasib Venezuela?