Sementara Iran memberi penjelasan, ancaman dari Washington justru semakin mengeras. Pada Rabu (28/1/2026), Donald Trump mengeluarkan peringatan melalui Truth Social.
Dia menyatakan bahwa kekuatan besar angkatan laut AS, yang dipimpin Kapal Induk USS Abraham Lincoln, sedang dalam perjalanan menuju Iran dengan "kekuatan, energi, dan tujuan yang besar." Trump menegaskan armada ini sepenuhnya siap untuk bertindak cepat dan tegas jika diperlukan.
Presiden AS itu mendesak Iran untuk segera datang ke meja perundingan guna membahas program nuklirnya, dengan menyebut "waktu semakin menipis". Dia juga mengingatkan pada "Operasi Midnight Hammer" di masa lalu dan memperingatkan bahwa konfrontasi berikutnya akan "jauh lebih buruk."
Eskalasi Ketegangan: AS Gelar Latihan Udara Besar-Besaran di Timur Tengah
Ketegangan antara AS dan Iran semakin nyata dengan digelarnya latihan militer skala besar. Pada Selasa (27/1/2026), Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan latihan kesiapan multi-hari.
Latihan yang dipimpin Angkatan Udara Kesembilan (AFCENT) ini dirancang untuk menunjukkan kemampuan AS dalam mengerahkan dan menyebarkan operasi tempur udara dengan cepat di seluruh wilayah Timur Tengah. Tujuannya adalah memperkuat koordinasi dengan sekutu regional dan meningkatkan opsi respons militer.
Dengan demikian, ledakan di Teheran mungkin bukan awal serangan, namun situasi di kawasan tetap sangat mencekam. Dunia internasional terus memantau perkembangan diplomasi dan eskalasi militer antara Washington dan Teheran, yang berpotensi memicu konflik lebih luas.
Artikel Terkait
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Apa yang Akan Terjadi Jika AS Bertindak?
Selat Hormuz Memanas! Iran Gelar Latihan Tembak Langsung, Jawab Ancaman Serangan AS?
Iran Siap Serang Duluan! Jenderal AS Tiba di Israel, USS Abraham Lincoln Dikerahkan
Discombobulator: Senjata Rahasia AS Lumpuhkan Seluruh Pertahanan Venezuela, Trump Ancam Serang Kartel Narkoba