Dikejar Massa Haredi! Kisah Horor Dua Tentara Wanita Israel yang Nyaris Diamuk di Bnei Brak

- Minggu, 15 Februari 2026 | 21:50 WIB
Dikejar Massa Haredi! Kisah Horor Dua Tentara Wanita Israel yang Nyaris Diamuk di Bnei Brak

Insiden Bnei Brak: Dua Tentara Wanita Israel Dikejar dan Hampir Diamuk Massa Haredi

POLHUKAM.ID - Sebuah insiden memalukan terjadi di kota Bnei Brak, Israel. Dua tentara wanita Israel (IDF) terpaksa dikevakuasi polisi setelah dikejar-kejar oleh sekelompok besar pria dari komunitas Yahudi Haredi (ultra-Ortodoks). Rekaman video insiden yang viral di media sosial menunjukkan kedua wanita itu berlari ketakutan dikawal polisi, sementara kerumunan massa marah mengejar mereka.

Kronologi Insiden Penyerangan terhadap Tentara Wanita IDF

Kedua tentara wanita tersebut merupakan anggota Korps Pendidikan dan Pemuda IDF. Mereka berada di Bnei Brak untuk melakukan kunjungan ke rumah salah satu rekan mereka. Bukan dari Polisi Militer seperti klaim awal, keduanya justru menjadi target kemarahan massa.

Dalam rekaman yang beredar, situasi terlihat sangat kacau. Tempat sampah terguling dan sebuah mobil polisi bahkan sempat dibalikkan oleh kelompok perusuh yang mengejar kedua tentara tersebut di jalanan kota yang mayoritas dihuni komunitas Haredi itu. Polisi akhirnya berhasil mengendalikan situasi dan mengevakuasi kedua anggota militer wanita itu dari lokasi.

Gelombang Kecaman dari Politikus Oposisi Israel

Insiden penyerangan tentara wanita Israel ini langsung memicu gelombang kecaman keras dari berbagai politisi oposisi. Mereka menyebut kejadian ini sebagai "aib nasional" dan menuntut pernyataan tegas dari anggota parlemen dari kalangan Haredi.

Pemimpin Oposisi, Yair Lapid, secara terbuka mempertanyakan prioritas Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. "Siapa yang lebih dikhawatirkan Netanyahu: tentara kita atau mitra koalisinya?" tanyanya. Lapid menuntut penangkapan segera terhadap para pelaku. "Tidak mungkin di Negara Israel, tentara IDF dan polisi diserang. Siapa pun yang terlibat dalam serangan terhadap tentara kita harus berada di penjara hari ini."

Halaman:

Komentar