Penggunaan Rusia dan Respons AS
Rusia juga memanfaatkan drone ini, yang mereka sebut Geran-2, untuk menyerang infrastruktur sipil Ukraina. Menanggapi ancaman ini, AS mengerahkan drone serang satu arah bernama "Lucas" dari SpectreWorks, yang diklaim sebagai hasil rekayasa balik dari desain Shahed.
Fakta Keterlibatan Komponen dari Indonesia
Pada awal 2024, Kementerian Keuangan AS (OFAC) menjatuhkan sanksi terhadap jaringan pasokan global drone Shahed. Yang mengejutkan, dalam laporannya, OFAC menyebut keterlibatan seorang pengusaha drone dari Surabaya, Jawa Timur.
Pengusaha tersebut, pemilik Surabaya Hobby, diduga memasok 100 servomotor ke Pishgam Electronic Safeh Company (PESC) di Iran. PESC sendiri merupakan perusahaan yang ditunjuk untuk menyediakan komponen kritis bagi program drone Pasukan Udara IRGC. Komponen dari Indonesia ini didistribusikan untuk produksi drone yang digunakan oleh kelompok di Timur Tengah dan Rusia di Ukraina.
Wakil Menteri Keuangan AS Brian Nelson menegaskan komitmen AS untuk memutus rantai pasok ilegal ini. "Produksi ilegal dan penyebaran UAV Iran memperpanjang konflik dan merusak stabilitas," tegasnya.
Kasus ini mengungkap kompleksitas industri pertahanan global dan bagaimana komponen sipil dari satu negara dapat berakhir dalam sistem senjata strategis yang mengubah dinamika konflik internasional.
Artikel Terkait
Rusia Diam Saat Iran Diserang: Ini 5 Alasan Tersembunyi di Balik Sikapnya!
Kim Jong-un Siap Kirim Rudal ke Iran: Benarkah Satu Rudal Bisa Hancurkan Israel?
Mahmoud Ahmadinejad Tewas? Ini Fakta Terbaru yang Mengejutkan!
CIA Senjatai Milisi Kurdi untuk Iran: Benarkah Pemberontakan Baru Akan Dimulai?