Komando Pusat AS melaporkan bahwa operasi blokade telah mengarahkan setidaknya 27 kapal untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan Iran. Bahkan, AS melakukan penyitaan terhadap kapal kargo berbendera Iran yang berusaha menerobos blokade. Tindakan ini dikecam keras oleh Teheran yang menyebutnya sebagai tindakan pembajakan dan pelanggaran terhadap gencatan senjata.
Iran Balas Memblokade Selat Hormuz
Sebagai bentuk pembalasan, Iran tetap mempertahankan blokadenya di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis global, yang telah berlangsung hampir dua bulan. Meski sempat dibuka sebentar, jalur ini kembali ditutup menyusul laporan adanya insiden terhadap kapal-kapal di wilayah tersebut.
Kebuntuan Diplomasi dan Tudingan Pelanggaran
Presiden Trump menuduh Iran telah melanggar kesepakatan gencatan senjata. Sementara itu, Iran bersikeras bahwa mereka tidak akan membuka akses Selat Hormuz sebelum Amerika Serikat menghentikan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Kebuntuan ini membuat masa depan perundingan damai semakin tidak menentu.
Masa Depan Perundingan Masih Gelap
Di tengah kebuntuan, rencana diplomasi masih belum jelas. Wakil Presiden AS, JD Vance, disebut-sebut akan memimpin delegasi ke Pakistan. Namun, pihak Iran menyatakan bahwa mereka hingga kini belum memiliki rencana untuk menghadiri pembicaraan tersebut, meninggalkan nasib diplomasi kedua negara dalam ketidakpastian yang mendalam.
Artikel Terkait
Gempa M7.4 Baru Saja Terjadi, BMKG Jepang Peringatkan: Bersiap untuk yang Lebih Dahsyat!
Balikatan 2026: 17.000 Pasukan AS-Filipina-Jepang Uji Rudal di Depan Taiwan, China Marah!
Selat Hormuz Meledak! AS Tembak & Sita Kapal Iran, Ancaman Perang Makin Nyata?
Iran Akui Kapalnya Disita AS: Ancaman Serangan Balasan yang Bisa Picu Perang Baru?