Laporan yang sama menyebutkan bahwa Iran diduga menempatkan sedikitnya 20 ranjau, sebagian menggunakan teknologi GPS sehingga sulit dideteksi. Namun, Teheran membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai propaganda Amerika. Di tengah saling tuding, Trump mengklaim bahwa sebagian besar armada laut Iran telah hancur dan kapal penebar ranjau yang tersisa hanyalah kapal kecil.
Dalam unggahan terpisah, Trump juga menyatakan bahwa Washington mengontrol penuh Selat Hormuz dan tidak ada kapal yang bisa melintas tanpa persetujuan Angkatan Laut AS. Perintah agresif ini keluar justru ketika gencatan senjata dengan Iran baru diperpanjang tanpa batas waktu pada Selasa lalu, di tengah negosiasi yang mandek.
Pada saat bersamaan, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut bahwa 31 kapal telah diperintahkan untuk berbalik atau kembali ke pelabuhan sebagai bagian dari blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Artikel Terkait
Trump Tegaskan Tak Akan Gunakan Nuklir Lawan Iran: Syarat Damai Abadi Terungkap
Dilempar Saus Tomat di Berlin! Aksi Tenang Reza Pahlavi Usai Konferensi Pers Justru Bikin Geger
Iran Tuding AS Perpanjang Gencatan Senjata Hanya untuk Mengulur Waktu, Militer Siap Tempur 100 Persen
Viral! Video Tentara Iran Bersenjata Naik ke Kapal & Sita Tanker di Selat Hormuz, Aksi Balasan ke Trump?