POLHUKAM.ID - Upaya perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali menemui jalan buntu. Presiden Donald Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap proposal damai terbaru yang diajukan oleh Teheran. Menurut sumber di Gedung Putih, Trump menolak usulan Iran yang ingin menunda pembahasan program nuklir hingga perang dan sengketa pelayaran di Teluk selesai. Trump menuntut isu nuklir dibahas sejak awal negosiasi.
Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump mengomentari situasi Iran saat ini. Ia mengklaim bahwa Iran mengaku berada dalam "Keadaan Keruntuhan" dan meminta AS segera membuka Selat Hormuz. Trump juga menyebut Iran sedang berusaha menyelesaikan masalah kepemimpinan internal. Pernyataan ini dikutip dari Reuters pada Rabu, 29 April 2026. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran mengenai isi pesan tersebut.
Di sisi lain, juru bicara militer Iran menyatakan bahwa Republik Islam tidak menganggap perang telah berakhir. Sejak konflik pecah pada 28 Februari, Iran membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi global. Kapal yang diizinkan melintas hanya milik Iran sendiri. Sebagai respons, AS mulai memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal Iran pada bulan ini.
Harapan untuk menghidupkan kembali proses damai semakin tipis. Rencana kunjungan utusan khusus AS, Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner, ke Pakistan batal pada akhir pekan lalu. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi bolak-balik ke Islamabad untuk menyampaikan proposal perdamaian.
Artikel Terkait
Kanselir Jerman Bongkar Kekalahan Memalukan AS: Iran Menang Telak di Meja Negosiasi!
Motif Penembakan di Acara Trump Terungkap: Pelaku Sebut Target Pejabat AS dari Peringkat Tertinggi
Isi Catatan Pelaku Penembakan di Jamuan Trump: Kemarahan ke Kebijakan Pemerintah AS hingga Daftar Target Prioritas
Sosok di Balik Penembakan di Acara Trump: Guru Lulusan Kampus Elite, Pendiam, dan Mantan Relawan Demokrat