Rezaei mengungkapkan, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memiliki banyak cara rahasia untuk menembus blokade AS, meskipun belum segera dilaksanakan. Iran dinilai sangat mungkin melakukan konfrontasi langsung untuk mematahkan blokade di kedua sisi Selat Hormuz.
Ia juga membeberkan skenario perang potensial. Menurutnya, konflik akan berpusat di wilayah pesisir selatan, meluas hingga Isfahan, dengan aktivitas militer di bagian barat negara. Rezaei memperingatkan bahwa serangan gabungan AS dan Israel bisa mencakup pengeboman dan aksi di Teheran.
Sebelumnya, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran membalas dengan menyerang Israel dan negara-negara regional lain yang menjadi basis aset AS. Serangan tersebut menewaskan lebih dari 3.300 orang sebelum gencatan senjata dua minggu diumumkan Presiden Donald Trump pada 7 April.
Menjelang berakhirnya gencatan senjata, Trump memperpanjang masa gencatan tanpa batas waktu atas permintaan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Militer Asim Munir. Langkah ini memberi sedikit ruang bagi diplomasi di tengah ketegangan yang masih membara di Selat Hormuz.
Artikel Terkait
Trump vs Iran: Gencatan Senjata Palsu atau Jeda Menuju Perang Besar?
Trump Desak Iran Segera Teken Kesepakatan Nuklir: Mereka Tidak Bisa Mengatur Diri Sendiri!
Iran Siapkan Teknologi Penargetan Cerdas untuk Bakar Kapal Perang AS jika Selat Hormuz Memanas
Trump Perintahkan Blokade Total Iran di Selat Hormuz: Ancaman Baru yang Bikin Dunia Tegang