Arab Saudi Menolak Keras AS! Penutupan Selat Hormuz Ancam Pasokan Minyak Global

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 09:00 WIB
Arab Saudi Menolak Keras AS! Penutupan Selat Hormuz Ancam Pasokan Minyak Global

Situasi di Selat Hormuz saat ini berada dalam kondisi kritis. Berdasarkan data dari S&P dan Bloomberg, tidak ada lalu lintas kapal yang terdeteksi selama tiga hari berturut-turut di jalur strategis tersebut. Padahal, sebelum serangan AS dan Israel ke Iran pada Februari lalu, sekitar 20 persen pasokan minyak dunia bergantung pada selat ini.

Saat ini, Iran memblokade total akses Selat Hormuz. Kapal-kapal komersial berada dalam ketidakpastian meskipun gencatan senjata telah dideklarasikan pada 8 April lalu. Blokade ini mengancam stabilitas pasokan energi global dan menekan harga minyak dunia.

Berbeda dengan negara tetangganya, Arab Saudi memiliki posisi tawar yang kuat untuk menolak keinginan AS. Riyadh memiliki pipa minyak East-West sepanjang 750 mil yang membentang dari Teluk Persia ke Laut Merah. Jalur pipa ini memungkinkan Saudi untuk mengekspor jutaan galon minyak setiap hari tanpa harus melewati Selat Hormuz yang berbahaya. Keuntungan taktis ini membuat Kerajaan lebih leluasa dalam mengambil sikap.

Hingga saat ini, Gedung Putih belum dapat memastikan kapan atau apakah Project Freedom akan dilanjutkan. Fokus utama kini beralih ke meja perundingan, disertai dengan gertakan yang disampaikan Trump kepada Iran agar mau meneken kesepakatan. Namun, gertakan tersebut dinilai tidak cukup kuat untuk meyakinkan sekutu dekat AS di Teluk.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, baru saja bertemu dengan pemimpin Iran dan mendesak penghentian perang segera. Langkah diplomasi ini menunjukkan bahwa Tiongkok berupaya memainkan peran sebagai mediator dalam konflik yang semakin memanas.

Halaman:

Komentar