Hal senada juga diungkapkan oleh profesor di bidang ilmu medis preventif dan penyakit menular dari Vanderbilt University Dr William Schaffner. Ketika virus bermutasi, efektivitas vaksin dalam mencegah terjadinya infeksi bisa menurun. Namun perlindungan vaksin dalam mencegah terjadinya sakit berat masih sangat tinggi.
"Vaksin-vaksin ini luar biasa, namun vaksin-vaksin ini tidak sempurna," jelas Dr Schaffner.
Dr Schaffner mengatakan vaksin-vaksin yang ada saat ini masih belum bisa mencegah penyebaran Covid-19 atau infeksi Covid-19 ringan. Belum ada vaksin yang dapat benar-benar menonaktifkan Covid-19 seperti layaknya saklar lampu.
Di tengah cuaca yang dingin, orang-orang juga menjadi lebih sering berkumpul di dalam ruang tertutup. Banyaknya orang yang berkumpul di ruang tertutup dapat meningkatkan risiko transmisi.
"Kita sudah mengalami peningkatan transmisi pada musim dingin lalu dan kita mungkin akan mengalami peningkatan lagi berdasarkan musim," lanjut Dr Schaffner.
Para ahli mengatakan cara terbaik untuk melindungi diri di tengah potensi lonjakan kasus adalah dengan mendapatkan dosis booster untuk memperkuat perlindungan. Di samping itu, para ahli juga kembali mengimbau masyarakat untuk kembali menggunakan masker dan melakukan beberapa upaya pencegahan lain seperti menjaga jarak dan mencuci tangan.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Trump Beri Perintah Tembak dan Hancurkan ke Angkatan Laut AS di Selat Hormuz – Ancaman Baru di Tengah Gencatan Senjata Iran
Trump Tegaskan Tak Akan Gunakan Nuklir Lawan Iran: Syarat Damai Abadi Terungkap
Dilempar Saus Tomat di Berlin! Aksi Tenang Reza Pahlavi Usai Konferensi Pers Justru Bikin Geger
Iran Tuding AS Perpanjang Gencatan Senjata Hanya untuk Mengulur Waktu, Militer Siap Tempur 100 Persen