Menurut sumber itu, langkah untuk membuka halaman baru dalam hubungan dengan rezim Suriah didukung secara bulat oleh kepemimpinan Hamas.
Sejak 1999, Hamas telah menggunakan Damaskus sebagai markas besar kepemimpinannya di luar negeri, hingga 2012 ketika kelompok itu meninggalkan negara itu setelah meletusnya perang di Suriah.
Meski begitu, sumber tersebut mengatakan rezim Suriah sampai saat ini menentang pemulihan hubungan dengan Hamas. Menurut dia, sebuah pertemuan baru-baru ini digelar antara pemimpin Hezbollah Hassan Nasrallah dan seorang pemimpin Hamas di mana mereka menyetujui langkah-langkah menuju normalisasi hubungan dengan rezim Suriah.
Sumber: m.republika.co.id
Artikel Terkait
Iran Kerahkan 1 Juta Tentara: Apa yang Akan Terjadi Jika AS Invasi Darat?
Bunga Kuning Mekar di Makam Gaza: Tanda Alam yang Bikin Haru dan Penasaran, Ini Maknanya!
Momen Terakhir Ali Khamenei Terekam CCTV: Ini Aktivitas yang Dilakukan Sebelum Syahid
Israel Ancam Bunuh Tokoh Iran Lainnya: Target Baru IDF Terungkap!