Rusia mengatakan mereka masih merupakan kelompok neo-Nazi berbahaya. Moskow ingin menghancurkan unit tersebut dalam perangnya di Ukraina.
Sebanyak 43 anggota resimen itu dibebaskan dalam pertukaran tahanan antara Rusia dan Ukraina pada Rabu (29/6/2022) kemarin. Kiev berharap Rusia dapat membebaskan lebih banyak kombatan.
"(Pertukaran tahanan menyangkut) mereka yang terluka parah dan tidak dapat berpartisipasi dalam pertempuran," kata Volodin di pernyataannya mengenai tukar tahanan tersebut.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan mereka memiliki 6.000 lebih prajurit Ukraina yang tertangkap atau menyerah dalam perang. Mahkamah Agung Rusia menunda sidang untuk menetapkan apakah resimen Azov adalah entitas teroris. Langkah yang membuka jalan untuk sidang.
Kerabat tentara Ukraina mengajukan hak mereka yang dilindungi Konvensi Jenewa 1949. Konvensi itu menyatakan tahanan perang harus diperlakukan manusiawi dan segera dibebaskan atau dipulangkan setelah pertempuran aktif mereda.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
JD Vance Murka ke Netanyahu: Janji Rahasia Mossad Gagal Gulingkan Iran Terbongkar!
Iran Siapkan 1 Juta Pasukan: Neraka Historis Menanti AS Jika Invasi Darat Terjadi
Iran Kerahkan 1 Juta Tentara: Apa yang Akan Terjadi Jika AS Invasi Darat?
Bunga Kuning Mekar di Makam Gaza: Tanda Alam yang Bikin Haru dan Penasaran, Ini Maknanya!