Pada Rabu, Presiden AS itu mengungkap soal rencana untuk masa depan aliansi, termasuk jalur NATO baru di Polandia.
Biden juga mengumumkan bantuan militer baru untuk Kyiv dengan nilai mencapai USD800 juta (Rp11,9 triliun). Kendati begitu, menurut The Guardian, masih ada pertanyaan tentang detail yang ada di balik rencana untuk menciptakan pasukan berkekuatan 300 ribu, yang diluncurkan untuk mencegah serangan Rusia.
Kemudian saat berbicara kepada wartawan pada Kamis, Biden ditekan dua kali. Ia ditanya apakah akan ada batasan untuk bantuan militer AS dan dukungan keuangan untuk Ukraina di mana perang sudah berkecamuk selama lima bulan.
Menjawab itu, Biden tegas mengatakan bahwa AS dan semua sekutu akan tetap 'mendukung Kyiv selama yang diperlukan', dan Ukraina dijamin tidak akan kalah melawan Rusia.
"Kami akan tetap dengan Ukraina, dan semua sekutu akan tetap dengan Ukraina, selama diperlukan, dan bahkan memastikan mereka tidak dikalahkan," ujar Biden selama konferensi pers pada siang waktu setempat.
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
Netanyahu Buka Suara: Perang dengan Iran Belum Usai, Masih Ada Pekerjaan Rumah yang Nggak Selesai-Selesai
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar