Direktur Wahid Institut juga mengatakan Jokowi memiliki banyak sasaran yang ingin dicapai selain menyelesaikan konflik bersenjata antarnegara itu.
Menurut Yenny, lobi-lobi Jokowi terkait pengamanan rantai pasokan bahan makanan dan energi tak kalah penting karena Indonesia salah satu pengimpor terbesar tepung gandum yang lekat diasosiasikan dengan mi instan.
"Nah, Jokowi memperjuangkan agar pasokan gandum dari Ukraina bisa keluar ke pasar bebas termasuk ke Indonesia, agar tidak terjadi kenaikan harga bahan makanan seperti kasus minyak goreng. Termasuk juga pasokan pupuk dari Rusia dan Ukraina, karena ini akan berakibat pada nasib petani," cuitnya di akun @yennywahid.
Menurut dia, apa yang dilakukan Jokowi sangat luar biasa.
"Tidak banyak orang bisa diterima dua belah pihak, karenanya kita musti berbangga Presiden kita mampu melakukan terobosan itu," pujinya.
Sementara itu, rektor Universitas Paramadina, Prof Didik J Rachbini ikut memberikan acungan jempol dengan misi Jokowi berkunjung ke Ukraina dan Rusia.
Artikel Terkait
Netanyahu Buka Suara: Perang dengan Iran Belum Usai, Masih Ada Pekerjaan Rumah yang Nggak Selesai-Selesai
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar