Venediktova tidak mengidentifikasi siapa yang memberi perintah.
"Melalui jendela (mobil) yang terbuka, Shishimarin menembakkan senapan Kalashnikov-nya dan mengenai kepala korban."
"Pria itu meninggal di tempat hanya beberapa puluh meter dari rumahnya," tulis Venediktova dalam sebuah pernyataan.
Dinas Keamanan Ukraina, yang dikenal sebagai SBU, memposting video pendek pada 4 Mei tentang Shishimarin yang berbicara di depan kamera dan menjelaskan secara singkat bagaimana dia menembak pria itu. SBU menggambarkan video itu sebagai 'salah satu pengakuan pertama dari penjajah musuh'.
"Saya diperintahkan untuk menembak. Saya menembak satu (putaran) ke arahnya. Dia terjatuh. Dan kami terus melaju," kata Shishimarin dalam pengakuannya.
Sidang berikutnya dalam kasus Shishimarin akan berlangsung pada Kamis (19/5) pukul 09.00 GMT (16.00 WIB).
Usai sidang, Jaksa Andriy Sinyuk mengatakan kepada wartawan bahwa dua saksi akan dibawa untuk bersaksi di pengadilan. Salah satu saksi itu termasuk seorang tentara Rusia yang bersama Shishimarin pada saat kejadian.
Senjata tentara itu juga akan diperiksa sebagai bagian dari penyelidikan, tambah Sinyuk.
Kremlin mengatakan tidak diberitahu tentang kasus tersebut, dan menyebut soal kemampuannya 'yang terbatas' untuk membantu tentaranya, lantaran misi diplomatik di Ukraina yang juga sangat terbatas”.
Rusia, pada gilirannya, juga diyakini sedang mempersiapkan pengadilan kejahatan perang untuk para tentara Ukraina.
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
Iran Ancam Serang Jantung Israel Jika AS Berani Menyerang: Apakah Perang Besar Tak Terhindarkan?
Bill Gates & Dokumen Epstein: Fakta Mengejutkan Klaim Penyakit Kelamin yang Dibantah Tegas
Dibalik Panggung Saudi: MBS & Adiknya Berebut Pengaruh, Siapa yang Akan Menang?
10 Nama Besar yang Muncul dalam Dokumen Rahasia Jeffrey Epstein: Dari Elon Musk hingga Pangeran Andrew